Desa Tambirejo
Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan
Merawat Kebangsaan Bersama NU
Tambirejo - Grobogan (09-08-2026), bertempat di rumah Kepala Desa Tambirejo Bapak Yakub Raras Puspitanianto, S. Sos, Pengurus Ranting NU Desa Tambirejo mengadakan pertemuan lapanan Ahad Pon. Jadwal pertemuan pada bulan ini sebenarnya jatuh di Dusun Jetis, namun karena Dusun Jetis habis melaksanakan kegiatan Haul Kyai Mas Yasir, sehingga pertemuan oleh Pengurus Ranting NU Desa Tambirejo dialihkan di rumah Kepala Desa Tambirejo. Hadir dalam acara tersebut selain dari jajaran pengurus juga hadir dari tokoh masyarakat dan perwakilan dari Pemerintah Desa Tambirejo.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, Tahlil, Mahalul Qiyam, mengumandangkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan Yalul Waton. Sambutan pertama oleh Ketua Tanfidziah Ranting NU Desa Tambirejo Kyai Yusuf. Disampaikan bahwa Pengurus Cabang NU Grobogan akan mengadakan Bahtsul Masa'il, dan untuk tahun ini yang mendapat giliran tempat adalah Anak Cabang NU Kecamatan Toroh.
"Karena kegiatan tersebut Ranting NU se Kecamatan Toroh diminta dukungan agar kegiatan tersebut dapat berjalan lancar" ujar Mbah Yusuf sapaan akrab Ketua Tanfidziah Ranting NU Desa Tambirejo dalsm sambutannya.
Kepala Desa Tambirejo selaku tuan rumah dan wakil dari Pemerintah Desa juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran pengurus Ranting NU Desa Tambirejo, yang selama ini selalu aktif untuk mengadakan kegiatan Lapanan Ahad Pon.
"Kegiatan ini sudah berjalan kurang lebih empat tahun, namun kami mohon maaf karena tidak selalu bisa hadir untuk mengikuti kegiatan Lapanan ini, semoga kegiatan ini selalu berjalan lancar, dan akan membawa keberkahan bagi Desa Tambirejo. " lanjut Aan sapaan akrab Kepala Desa Tambirejo yang telah menjabat selam tiga periode ini.
Adapun tausiah disampaikan Rais Am Ranting NU Desa Bapak K.H. Muhammad Ghufron Mulyadi, yang sehari-harinya sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Ki Ageng Mbodo.
" Pada pertemuan lapanan bulan ini bertepatan dengan bulan Agustus, atau disebut bulan Kemerdekaan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam bulan Kemerdekaan ini ingatan kita kembali kepada tahun 1945, di mana para pejuang bangsa telah berjuang dan untuk kemerdekaan ini, dan diantaranya adalah para ulama Nahdlatul Ulama untuk turut berjuang dan merumuskan konsep kenegaraan Republik Indonesia. Kita sebagai penerus harus tetap merawat Kebangsaan, dengan cinta tanah air. Seandainya kita belum merdeka tentu kita untuk melakukan pertemuan seperti inipun sulit dilaksanakan" ujar Gus Mbodo sapaan akrab Abah K.H. Muhammad Ghufron Mulyadi tersebut dalam awal tausiahnya.
Banyak hal yang disampaikan Gus Mbodo dalam tausiyahnya tersebut mengenai nilai - nilai kebangsaan bersama Nahdatul Ulama, sampai menjelang waktu dhuhur. Kegiatan diakhiri dengan doa bersama demi keberkahan bagi Masyarakat Desa Tambirejo. Semoga semuanya mendapatkan ridha Allah SWT, aamiin. ( shp)


